Memasuki usia 14 tahun, kemampuan berbahasa seorang remaja umumnya sudah berkembang cukup matang. Mereka biasanya mampu menyampaikan pendapat secara terstruktur, menggunakan pilihan kata yang sesuai konteks, dan mengikuti alur percakapan dengan lebih jelas. Namun, bagaimana jika orang tua menyadari bahwa anak masih berbicara dengan diksi yang “berantakan”, sulit menyusun kalimat, atau sering membuat pendengar kebingungan?
Situasi ini mungkin menimbulkan kekhawatiran, tetapi langkah pertama bukanlah panik, melainkan memahami apa yang sebenarnya terjadi.
✅ Kemampuan Bahasa yang Umumnya Dimiliki Remaja Usia 14 Tahun
Secara perkembangan, umumnya remaja pada usia ini biasanya sudah mampu:
- menyampaikan cerita atau pendapat secara runut dan logis,
- menggunakan kosakata yang tepat sesuai situasi,
- memiliki artikulasi yang jelas,
- memahami konteks sosial saat berbicara (aspek pragmatik),
- menggunakan tata bahasa (grammar/semantik) dengan benar,
- menyusun narasi yang lengkap (awal, tengah, dan akhir)
- mengikuti percakapan dua arah secara fleksibel.
Jika beberapa kemampuan ini belum tampak, bukan berarti otomatis ada gangguan serius, tetapi kondisi tersebut perlu dievaluasi lebih lanjut.
Langkah Utama: Melakukan Penyamaan Persepsi Melalui Asesmen
Orang tua sering kali datang dengan kekhawatiran, sementara guru, terapis, atau tenaga kesehatan memiliki pandangan yang berbeda. Karena itu, langkah awal yang paling penting adalah asesmen yang tepat.
Secara medis, asesmen dapat membantu:
- memahami aspek bahasa mana yang terganggu,
- membedakan apakah masalahnya ada pada kosakata, struktur kalimat, artikulasi, pemahaman, atau kemampuan sosial,
- memastikan apakah kesulitan terjadi secara menyeluruh atau hanya pada area tertentu,
- menghindari asumsi yang berujung pada penanganan yang tidak tepat.
Tidak semua remaja dengan kesulitan bicara memiliki hambatan yang sama. Ada remaja yang hanya tampak kesulitan merangkai kalimat secara runtut, padahal artikulasinya jelas dan mudah dipahami. Namun pada remaja lain, kosakata mungkin sudah cukup baik, tetapi kemampuan menggunakan bahasa sesuai konteks masih tertinggal, sehingga pesan yang mereka sampaikan sering disalahpahami. Karena perbedaan inilah, penting untuk tidak menebak-nebak atau berharap masalah akan membaik dengan sendirinya.
Asesmen yang tepat menjadi langkah kunci untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, agar pendampingan yang diberikan tidak salah arah dan justru membantu remaja berkembang dengan lebih cepat dan percaya diri.
Apa Saja yang Perlu Diwaspadai?
- kesulitan semakin terlihat setelah usia 12–14 tahun,
- memengaruhi hubungan pertemanan atau proses belajar,
- guru mulai menyampaikan kekhawatiran,
- anak merasa malu, menarik diri, atau kehilangan kepercayaan diri,
- perubahan terjadi tiba-tiba tanpa penyebab jelas.
Penanganan yang tepat lebih efektif saat dilakukan lebih awal, meskipun anak sudah memasuki usia remaja.
Beberapa tanda yang sebaiknya diperhatikan oleh orang tua atau pendamping yang memiliki anak remaja:
- kesulitan menyampaikan ide tanpa melompat-lompat,
- pendengar sering tidak memahami maksudnya,
- kalimat tidak selesai atau berubah arah di tengah,
- menggunakan kata yang tidak sesuai konteks,
- sulit menjelaskan urutan kejadian atau menceritakan kembali informasi,
- tampak “bingung” saat diminta menjelaskan sesuatu yang sederhana,
- kesulitan mengikuti percakapan kelompok (misalnya di sekolah).
Jika kondisi ini baru terlihat di usia remaja, atau semakin mengganggu fungsi sosial dan akademik, evaluasi sangat dianjurkan dilakukan secepatnya.
🧠 Mengapa Asesmen adalah Langkah Utama?
Melalui asesmen, tenaga profesional (dokter anak, psikolog, atau terapis wicara) dapat:
- mengidentifikasi akar masalah, bukan hanya gejalanya,
- mengetahui apakah kesulitan berhubungan dengan:
- keterlambatan perkembangan bahasa,
- gangguan pragmatik sosial,
- ADHD
- disleksia/diskalkulia (aspek bahasa bisa ikut terdampak),
- masalah pendengaran,
- atau faktor emosional,
- menyusun strategi intervensi yang lebih tepat sasaran dan optimal untuk anak.
Melalui langkah asesmen, tenaga profesional seperti dokter, dapat mencegah dua hal yang sering terjadi:
- Overdiagnosis: menganggap semua masalah adalah gangguan padahal tidak,
- Underdiagnosis: menganggap anak “akan membaik sendiri”, padahal butuh bantuan.
🧭 Langkah yang Bisa Dilakukan Orang Tua
Sembari menunggu asesmen yang hasilnya biasanya membutuhkan beberapa hari, orang tua atau pendamping dapat melakukan hal berikut ini:
- perhatikan situasi kapan anak tampak lebih kesulitan (di rumah vs sekolah),
- berikan waktu bicara tanpa terburu-buru,
- hindari langsung membetulkan kalimat,
- bantu anak menyusun ide dengan pertanyaan penuntun seperti:
“Siapa yang kamu maksud?”
“Terus terjadi apa dulu?” - catat contoh nyata yang bisa dibawa saat konsultasi.
Pendekatan ini tidak hanya membantu komunikasi, tetapi juga memberi gambaran lebih akurat bagi profesional saat evaluasi. Remaja usia 14 tahun yang masih berbicara dengan diksi berantakan bukan berarti pasti mengalami gangguan, tetapi kondisi ini tidak boleh diabaikan. Dengan melakukan langkah yang tepat, orang tua dan profesional dapat mengetahui aspek mana yang perlu dioptimalkan, sehingga langkah intervensi menjadi lebih efektif dan sesuai kebutuhan anak. Sebab, semakin cepat dipahami, semakin besar kesempatan anak untuk berkembang, baik dalam komunikasi, pertemanan, maupun kepercayaan dirinya.
✅ Kapan Harus Konsultasi?
Orang tua atau pendamping sebaiknya segera berkonsultasi jika anak remaja anda mengalami tertulis di bawah ini:
- kesulitan semakin terlihat setelah usia 12–14 tahun,
- memengaruhi hubungan pertemanan atau proses belajar,
- guru mulai menyampaikan kekhawatiran,
- anak merasa malu, menarik diri, atau kehilangan kepercayaan diri,
- perubahan terjadi tiba-tiba tanpa penyebab jelas.
Penanganan yang tepat lebih efektif saat dilakukan lebih awal, meskipun anak sudah memasuki usia remaja.
📌 Konsultasi dengan dr. Kristiantini Dewi, Sp.A
Jika Anda ingin mengetahui apakah kondisi anak masih dalam batas perkembangan atau membutuhkan intervensi lanjutan, Anda dapat melakukan konsultasi di:
✅ dKLC ( dr. Kristiantini Learning Center)
Pendampingan yang tepat dimulai dari pemahaman yang benar.
✍️ Nantikan Artikel Lanjutan
Kami akan membahas banyak topik menarik mengenai tumbuh kembang anak di webiste ini. Tekan tombol subscribe atau simpan halaman ini agar tidak ketinggalan pembaruan terbaru.




