Banyak orang mengira assessment untuk disleksia atau ADHD hanya penting dilakukan pada anak-anak. Padahal, orang dewasa juga bisa dan sebaiknya melakukannya. Tidak sedikit orang yang sejak kecil sudah merasakan kesulitan tertentu, tapi baru sadar belakangan bahwa gejala itu terkait dengan disleksia atau ADHD.
Mengetahui kondisi diri lewat assessment bisa membawa banyak manfaat. Mulai dari memahami cara belajar yang lebih efektif, mengelola pekerjaan dengan lebih baik, hingga membangun hubungan yang sehat dengan pasangan maupun keluarga.
Lalu, kapan sebenarnya waktu yang tepat bagi orang dewasa untuk mempertimbangkan assessment?
1. Saat Menyadari Ada yang Janggal
Mungkin Anda sering merasa kesulitan fokus, mudah terdistraksi, atau butuh waktu lebih lama untuk membaca dan memahami teks. Ada juga yang sejak lama merasa kesulitan menata pekerjaan, lupa hal-hal kecil, atau sulit mengatur waktu.
Kadang gejala-gejala itu dianggap “hanya kurang disiplin” atau “memang pelupa saja”, padahal bisa jadi ada faktor lain di baliknya. Nah, ketika mulai ada kesadaran bahwa “kok aku berbeda ya dibanding orang lain?”, itulah saat yang tepat untuk melakukan assessment.
Assessment bisa membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan data yang jelas, bukan hanya asumsi.
2. Saat Memiliki Anak
Banyak orang tua baru tersadar saat mendampingi anak menjalani assessment. Pasalnya, dokter spesialis atau psikolog biasanya juga menanyakan riwayat perkembangan orang tua.
Dalam proses itu, orang tua bisa menyadari: “Oh, ternyata kesulitan membaca anakku dulu juga pernah aku alami,” atau “Ternyata gampang terdistraksi ini bukan sekadar kebiasaan, tapi ada hubungannya dengan ADHD.”
Dengan begitu, assessment pada anak sekaligus menjadi cermin bagi orang tua untuk mengenali kondisi dirinya sendiri. Hasilnya, orang tua jadi lebih siap mendampingi anak, karena mereka benar-benar memahami apa yang dialami.
3. Sebelum Menikah
Mungkin jarang terpikir sebelumnya, tapi melakukan assessment sebelum menikah juga penting. Tahukah Anda bahwa disleksia dan ADHD memiliki faktor genetik yang bisa diturunkan kepada anak?
Dengan memahami kondisi masing-masing lebih awal, pasangan bisa menyusun strategi pengasuhan yang tepat sejak dini. Ini bukan soal mencari “kelemahan”, melainkan justru membekali diri dengan informasi yang berguna. Dengan begitu, rumah tangga bisa berjalan lebih harmonis karena masing-masing sudah saling memahami.
Kenapa Assessment Penting untuk Orang Dewasa?
Bagi orang dewasa, melakukan assessment bukan hanya soal mendapatkan “label” atau diagnosis. Lebih dari itu, hasil assessment bisa membantu:
-
Menemukan cara belajar dan bekerja yang sesuai dengan gaya berpikir pribadi.
-
Mengurangi stres karena lebih paham tentang diri sendiri.
-
Memperbaiki komunikasi dalam keluarga atau pekerjaan.
-
Membuka peluang untuk mendapatkan dukungan atau intervensi yang tepat.
Dengan kata lain, assessment adalah pintu masuk untuk hidup yang lebih terarah dan berkualitas.
✨ Melakukan assessment bukanlah sesuatu yang menakutkan. Justru ini adalah langkah awal untuk memahami diri dengan lebih baik, sehingga bisa berkembang tanpa merasa terus-menerus “berjuang sendirian”.
👉 Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat mengunjungi Instagram dr. Kristiantini Learning Center (DKLC) atau langsung melakukan screening melalui halaman berikut: skrining.drkristiantini.com.




