Anak Gifted dengan Disleksia: Memahami Konsep Twice Exceptional (2E)

Anak gifted dengan disleksia

Tidak sedikit orang tua merasa bingung ketika melihat anaknya sangat cerdas, cepat menangkap konsep, namun justru kesulitan saat membaca atau menulis. Anak tampak very bright, memiliki daya pikir yang tajam, bahkan menunjukkan potensi gifted. Namun di saat yang sama, anak berjuang keras menghadapi literasi. Kondisi ini nyata dan memiliki istilah khusus, yaitu Twice Exceptional atau 2E.

Apa Itu Twice Exceptional (2E)?

Istilah Twice Exceptional (2E) merujuk pada individu yang memiliki potensi kecerdasan jauh di atas rata-rata, namun sekaligus menyandang tantangan belajar, salah satunya disleksia. Anak 2E sering kali disebut sebagai individu genius dengan kebutuhan khusus yang tersembunyi.

Di satu sisi, kecerdasan tinggi memungkinkan anak memahami konsep abstrak dengan cepat. Namun di sisi lain, disleksia membuat proses membaca dan menulis menjadi jauh lebih menantang. Kombinasi inilah yang sering membuat anak 2E tidak langsung terdeteksi.

Kekhasan Anak Gifted yang Menyandang Disleksia

Anak gifted dengan disleksia memiliki kekhasan tersendiri. Walaupun beberapa anak tampak mampu catch up dalam membaca, cara mereka mencapainya berbeda. Mereka mengerahkan usaha yang jauh lebih besar dibandingkan anak seusianya. Sering kali, anak 2E “diam-diam” mencurahkan seluruh energi mentalnya untuk menaklukkan literasi. Mereka berlatih keras, menghafal dengan strategi unik, dan menggunakan daya pikir tingkat tinggi untuk menutupi kesulitan dasar membaca. Proses ini jarang terlihat dari luar, namun sangat melelahkan bagi anak.

Perjuangan yang Tidak Selalu Terlihat

Berbeda dengan anak tipikal, anak gifted dengan disleksia tidak membaca secara otomatis. Mereka membangun pemahaman melalui jalur yang lebih kompleks. Membaca bukan sekadar keterampilan, melainkan medan perjuangan yang membutuhkan fokus dan kontrol diri tinggi.

Akibatnya, anak dapat tampak baik-baik saja secara akademik, tetapi cepat lelah, mudah frustrasi, atau kehilangan minat belajar. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai kurang motivasi, padahal anak sedang bekerja jauh lebih keras dari yang terlihat.

Mengapa Anak 2E Membutuhkan Pendekatan Khusus?

Pendekatan pembelajaran yang seragam sering kali tidak cukup bagi anak 2E. Mereka membutuhkan dukungan yang mampu mengakomodasi dua sisi sekaligus: potensi kecerdasan yang tinggi dan tantangan literasi yang nyata. Pendampingan yang tepat akan membantu anak mengembangkan potensinya tanpa mengorbankan kesehatan emosional. Dengan strategi yang sesuai, anak dapat belajar membaca dengan caranya sendiri, tanpa merasa tertinggal atau tertekan.

Memahami untuk Mendampingi dengan Tepat

Memahami konsep Twice Exceptional membantu orang tua dan pendamping melihat anak secara utuh. Anak gifted dengan disleksia bukan anak yang “kontradiktif”, melainkan individu dengan profil perkembangan yang kompleks.

Ketika lingkungan mampu memahami dan merespons kebutuhan ini dengan empati, anak 2E dapat bertumbuh menjadi individu yang berdaya, percaya diri, dan tetap bersinar sesuai potensinya.

Bagikan postingan ini
WhatsApp
Facebook
Telegram
Email

Artikel lainnya

Scroll to Top