Ini Langkah Tepat Jika Anak Mulai Tertarik Pada Huruf Hijaiyah

Huruf Hijaiyah

Dalam sebuah sesi konsultasi, seorang ibu menyampaikan bahwa anaknya yang berusia 3,5 tahun tampak lebih tertarik mempelajari huruf hijaiyah dibandingkan huruf lain. Ia mulai menirukan bentuk huruf, menanyakan bunyinya, bahkan terlihat antusias setiap kali melihat ibunya mengaji. Pertanyaannya kemudian muncul: Apakah ini perlu dikhawatirkan? dan Apa yang sebaiknya dilakukan orang tua? Jawabannya sederhana: kondisi ini bukan masalah, dan pada banyak kasus justru menunjukkan rasa ingin tahu yang sangat baik.


Apakah Normal Anak Lebih Tertarik pada Huruf Tertentu?

Pada usia 3-4 tahun, anak memang mulai menunjukkan preferensi alami terhadap benda, suara, dan simbol tertentu. Ia mulai menyadari apa yang ia suka dan tidak. Ketertarikan pada hal yang ia sukai ini dapat muncul pada:

  • kendaraan (seperti mobil atau truk),
  • binatang tertentu,
  • angka,
  • huruf alfabet,
  • atau dalam beberapa kasus, huruf hijaiyah.
Selama anak sudah lancar berbicara, mampu berkomunikasi dua arah, serta memahami instruksi sesuai usianya, ketertarikan spesifik seperti ini bukan tanda gangguan perkembangan. Justru, minat yang kuat sering menjadi gerbang awal eksplorasi belajar.

 

Mengapa Anak Bisa Lebih Tertarik pada Huruf Hijaiyah?

Preferensi anak biasanya dipengaruhi oleh paparan sehari-hari (exposure). Pada kasus di atas, anak mungkin:

  • sering melihat ibunya mengaji,
  • mendengar lantunan ayat Al-Qur’an,
  • menyaksikan salat berjamaah di keluarga,
  • atau memiliki pengalaman emosional yang positif saat mendengar huruf hijaiyah.

Di usia ini, anak belum memahami konsep “huruf mana yang harus dipelajari dulu”. Mereka hanya tertarik pada hal yang terasa familiar, rutin, dan bermakna bagi dirinya. Dari sinilah muncul sense of urgency internal, yaitu perasaan bahwa sesuatu itu penting sehingga ia terdorong untuk mempelajariny dan itu sama sekali bukan hal yang berbahaya.

Apakah Orang Tua Harus Mengarahkan ke Huruf Lain Terlebih Dahulu?

Tidak ada aturan bahwa anak harus belajar huruf tertentu lebih dulu harus memulai dengan huruf apa. Namun ada beberapa hal yang perlu dipahami oleh orang tua agar selaras dengan kondisi seperti ini:

  • minat bukan sesuatu yang harus dimatikan,
  • belajar tidak harus mengikuti urutan kaku,
  • anak belajar paling efektif ketika merasa terhubung dengan materi.

Karena itu, orang tua tidak perlu memaksa anak untuk segera berpindah ke huruf lain atau menganggap hijaiyah sebagai hambatan terhadap alfabet. Minat awal justru bisa menjadi jembatan untuk mengenalkan konsep baru. Pada momen inilah anak bisa merasa dekat dan didukung oleh orang tua, apabila orang tua juga bisa menciptakan zona belajar yang menyenangkan dan mendukungnya dengan tepat. Kondisi ini juga bisa membantu orang tua untuk mencoba mengaitkan beberapa pembelajaran harian dengan lebih asyik dan menyenangkan.

Contohnya:

“Huruf Ba bentuknya mirip seperti huruf ini… Yuk kita lihat perbedaannya.”

Pendekatan seperti ini jauh lebih alami dan diterima anak dan membantunya ingin lebih banyak belajar.

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua di Rumah?

Berikut langkah yang aman, sederhana, dan sesuai perkembangan yang dapat orang tua lakukan:

✅ 1. Ikuti minat anak tanpa berlebihan

Gunakan pendekatan bermain, sebaiknya orang tua tidak menggunakan metode drilling atau hafalan yang terlalu membebani pikiran dan mentalnya. 

✅ 2. Berikan variasi paparan secara perlahan

Orang tua juga bisa memberikan stimulus lain yang masih relevan dengan minat anak agar ia bisa terus belajar dengan gembira. Misalnya:

  • buku cerita bergambar,
  • poster alfabet
  • permainan mencocokkan bentuk.

Tujuannya bukan mengganti minat pada anak, tetapi memperkaya pengalaman belajar yang juga bantu perkembangan motorik dan otaknya.

✅ 3. Perhatikan perkembangan bahasa secara keseluruhan

Pastikan anak mengalami perkembangan dari sisi bahasa dengan indikator berikut:

  • Anak memahami instruksi
  • mampu berbicara dalam kalimat sederhana,
  • berinteraksi secara sosial sesuai usianya.

Ingat, bahwa fokus utama tetap pada fungsi komunikasi, bukan seberapa cepat ia mengenali simbol.

✅ 4. Jaga pengalaman tetap positif

Anak usia 3,5 tahun belajar melalui kenyamanan dan hubungan emosional. Jika proses belajar menjadi penuh tekanan, minat bisa hilang dan justru muncul penolakan.

Kapan Orang Tua Perlu Melakukan Konsultasi?

Meskipun minat pada huruf hijaiyah adalah hal yang normal, evaluasi tetap dianjurkan jika:

  • anak belum lancar berbicara pada usia 3,5 tahun,
  • tidak merespons ketika diajak berbicara,
  • tidak memahami instruksi sederhana,
  • tampak hanya fokus pada satu hal secara ekstrem dan sulit dialihkan,
  • minat tidak disertai kemampuan komunikasi yang sesuai usia.

Dalam kondisi tersebut, konsultasi dapat membantu memastikan apakah perkembangan bahasa berjalan sesuai jalur.

📌 Konsultasi Bersama dr. Kristiantini Dewi, Sp.A

Jika Anda ingin mengetahui apakah perkembangan bahasa anak sesuai usianya atau membutuhkan evaluasi lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi di:

dKLC — dr. Kristiantini Learning Center

Sebab, pendampingan yang tepat dimulai dari pemahaman yang tenang dan tidak terburu-buru.

Temukan pembahasan lainnya secara aktual dengan mengikuti akun instagram dr. Kristiantini Dewi. Silahkan klik di sini agar tetap terhubung.

 

Bagikan postingan ini
WhatsApp
Facebook
Telegram
Email

Artikel lainnya

Scroll to Top