Enam Belas Tahun ADI: Rumah bagi Ilmu, Empati, dan Harapan

Asosiasi Disleksia Indonesia

Pada 27 Desember 2025, Asosiasi Disleksia Indonesia (ADI) genap berusia 16 tahun. Enam belas tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ia menyimpan cerita tentang konsistensi, ketekunan, dan keberanian untuk terus bersuara di tengah minimnya pemahaman tentang disleksia di Indonesia.

Sejak awal berdiri, ADI hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai ruang aman bagi orang tua, pendidik, tenaga kesehatan, serta individu dengan disleksia untuk dapat saling belajar, bertumbuh, dan saling menguatkan.

Kepemimpinan yang Berakar pada Ilmu dan Empati

Di bawah kepemimpinan dr. Kristiantini Dewi, Sp.A., ADI terus berkembang dengan pendekatan yang kokoh secara ilmiah sekaligus hangat secara manusiawi. Sebagai seorang dokter spesialis anak, dr. Kristiantini Dewi membawa perspektif klinis yang kuat, namun tetap berpijak pada realitas sehari-hari yang dihadapi keluarga dan anak dengan disleksia.

Pendekatan ini menjadi ciri khas ADI: edukasi berbasis sains, tanpa menghilangkan empati. Disleksia tidak dipandang sebagai keterbatasan semata, melainkan sebagai perbedaan neurodevelopmental yang membutuhkan pemahaman, akomodasi, dan dukungan yang tepat.

Konsisten Mengedukasi, Konsisten Mengadvokasi

Selama 16 tahun, ADI secara aktif mengedukasi masyarakat mengenai disleksia. Di mulai dari orang tua, guru, tenaga kesehatan, hingga pembuat kebijakan. ADI berperan penting dalam meluruskan banyak miskonsepsi. Termasuk anggapan bahwa disleksia berkaitan dengan rendahnya kecerdasan atau kurangnya usaha anak.

Melalui seminar, pelatihan, kolaborasi lintas disiplin, dan berbagai platform edukasi, ADI membantu membangun pemahaman bahwa disleksia adalah kondisi neurobiologis yang dapat dikelola dengan intervensi yang tepat dan lingkungan yang suportif.

Merayakan Perjalanan, Menyuarakan Harapan

Perayaan ulang tahun ke-16 ADI tidak hanya menjadi momen refleksi atas perjalanan yang telah dilalui. Melalui momen ini, kami juga berusaha untuk menyediakan ruang untuk menyuarakan harapan. Banyak sejawat dokter, praktisi, dan individu yang selama ini berjalan bersama ADI turut menyampaikan ucapan selamat, apresiasi, serta doa untuk masa depan ADI.

Setiap pesan yang disampaikan mencerminkan satu hal yang sama: harapan agar semakin banyak anak dengan disleksia yang dipahami, diterima, dan didukung secara tepat baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan sosialnya.

Ajak Diri Kita untuk Mendengar dan Belajar

Sebagai bagian dari perayaan ini, ADI menghadirkan sebuah video kompilasi berisi ucapan ulang tahun dan harapan dari berbagai pihak yang selama ini mengenal dan bekerja bersama ADI dan dr. Kristiantini Dewi, Sp.A.

🎥 Tonton videonya melalui kanal YouTube dengan klik di sini

Melalui video ini, kita tidak hanya merayakan bertambahnya usia Asosiasi Disleksia Indonesia, tetapi juga belajar memahami makna keberlanjutan sebuah perjuangan. Literasi tentang disleksia menuntut kerja panjang yang melibatkan kolaborasi, konsistensi, dan kepedulian bersama dari seluruh pihak.

Selamat ulang tahun ke-16, Asosiasi Disleksia Indonesia.

Tetaplah menjadi rumah bagi harapan, ilmu, dan empati!

 

Bagikan postingan ini
WhatsApp
Facebook
Telegram
Email

Artikel lainnya

Scroll to Top