Disgrafia adalah kesulitan spesifik dalam kemampuan tulis-menulis pada anak dengan fungsi kognitif yang sebenarnya normal. Kondisi ini bukan sekadar tulisan yang kurang rapi, melainkan tantangan yang muncul karena proses motorik, koordinasi visual-motor, dan perencanaan gerak tidak berkembang sebagaimana mestinya.
Pada usia sekolah dasar, disgrafia sering terlihat ketika anak mulai menulis jawaban, menyusun kalimat, atau mengerjakan tugas tertulis. Namun pada anak pra-sekolah, cirinya jauh lebih halus, dan inilah yang sering terlewat.
Memahami tanda awal sangat penting, karena intervensi yang tepat sejak dini dapat membantu anak memasuki jenjang sekolah dengan lebih siap dan percaya diri.
Tahap Menulis pada Pra-Sekolah Itu Berbeda, dan Ini Normal
Anak usia TK-A atau TK-B (3–5 tahun) memang belum seharusnya menulis secara terstruktur. Pada tahap ini, fokusnya bukan pada menghasilkan huruf atau kata, tetapi pada kemampuan pre-writing, yaitu keterampilan dasar sebelum anak benar-benar menulis. Kemampuan pre-writing pada anak di usia pra-sekolah biasanya meliputi:
| Usia | Tahap Memegang Pensil (perkiraan sesuai perkembangan) |
| 1–2 tahun | menggenggam penuh seperti fist grasp |
| 2–3 tahun | memegang di atas batang pensil, masih kaku |
| 3–4 tahun | mulai muncul pegangan tripod yang lebih stabil |
| >4 tahun | koordinasi semakin matang untuk gerakan terarah |
Dalam kasus yang sering terjadi, biasanya tahapan ini sering tertunda atau tidak berkembang sesuai usia pada anak dengan disgrafia. Hasilnya, meskipun anak tampak cerdas dan mampu berbicara dengan baik, kemampuan menulis menjadi tidak optimal.
Ciri Disgrafia pada Anak Pra-Sekolah
Berikut tanda-tanda awal yang perlu diwaspadai (tanpa tergesa-gesa menyimpulkan) oleh orang tua atau pendamping:
1. Kesulitan Memegang Pensil Sesuai Tahap Usia
Jika kita perhatikan proses anak menulis, hal ini biasanya akan muncul dengan sendirinya. Biasanya, anak akan tampak:
- memegang pensil terlalu tinggi,
- menggenggam terlalu kuat atau terlalu lemah,
- cepat lelah saat menggambar.
Kesulitan ini bukan soal “belum diajari,” tetapi terkait perkembangan motorik halus.
2. Tidak Mampu Mengikuti Pola Dasar (Dot-to-Dot) atau Lengkungan
Saat diminta mengikuti garis lengkung atau titik-titik di buku aktivitas, biasanya:
- garisnya keluar jauh dari pola,
- anak frustrasi atau menghindar,
- membutuhkan tekanan berlebihan untuk membuat jejak pensil.
Kemampuan mengikuti pola adalah fondasi sebelum menulis huruf dan menjadi milestone penting di tahapan tumbuh kembang anak sebelum ia siap bersekolah di tingkat dasar.
3. Kesulitan Membuat Bentuk Pra-Menulis
Ia sedang asyik menggambar aneka bentuk di usia ini (2-4 tahun). Namun kita menemukan tiga poin ini:
- garis vertikal dan horizontal yang tidak konsisten,
- lingkaran tidak menutup,
- salib atau segitiga tidak terkoordinasi.
Tidak perlu terlalu cepat menyimpulkan, namun kita harus sadar bahwa ketiga hal ini jadi temuan penting, karena bentuk-bentuk tersebut adalah komponen dasar huruf latin.
4. Saat Masuk Sekolah, Tulisan Tidak Sesuai Kaidah
Pada tahap kelas awal SD, tanda-tandanya semakin terlihat jelas. Terutama jika ada tugas menulis. Di buku tulisnya, kita akan menemukan tulisan-tulisan anak nampak “unik”, seperti:
- ukuran huruf tidak konsisten,
- arah penulisan huruf salah (misalnya membuat huruf dari bawah ke atas),
- jarak antarhuruf tidak stabil,
- tulisan sulit dibaca meskipun anak tahu materi pelajarannya.
5. Kesulitan Menggunakan Huruf Kapital
Pada banyak kasus, anak sebenarnya tahu mana huruf kapital saat ditanya secara lisan. Tetapi, ketika ia ditugaskan menulis huruf kapital pada konteks tertentu, kita mendapati bahwa anak akan menuliskan huruf kapital digunakan di semua tempat tanpa alasan, atau justru tidak digunakan sama sekali. Artinya, masalahnya bukan pada pemahaman, tetapi eksekusi motorik dan perencanaan tulisan.
6. Tantangan Saat Memberikan Tanda Baca
Suatu hari ia diberikan tugas untuk membaca dan melengkapi. Melengkapi huruf dan tanda baca agar sebuah kalimat atau paragraf dapat lebih mudah dipahami. Namun ia nampak seperti sedang kesulitan. Saat kita membaca hasilnya, kita menemukan bahwa pada paragraf tersebut, titik dan koma hilang sama sekali, dan ditempatkan tidak sesuai konteksnya. Anak jadi sulit mengingat kapan harus berhenti. Ini sering terjadi karena anak fokus menghabiskan energi pada proses menulis huruf, sehingga kapasitas untuk aspek lain menjadi terbatas.
✅ Kapan Orang Tua Perlu Mencari Evaluasi?
Konsultasi sangat dianjurkan jika anak mengalami hal ini:
- kesulitan bertahan >6 bulan meski sudah dicoba latihan ringan,
- anak menunjukkan penolakan ekstrem terhadap aktivitas tulis-menulis,
- ada riwayat keterlambatan motorik halus,
- tulisan tidak dapat terbaca sama sekali pada usia masuk SD,
- kemampuan bahasa dan kognisi sebenarnya sesuai usia.
Evaluasi tidak bertujuan memberi label, tetapi untuk mengetahui aspek mana yang perlu diperkuat, sehingga langkah pendampingan menjadi tepat sasaran.
📌 Konsultasi Bersama dr. Kristiantini Dewi, Sp.A
Jika Anda ingin mengevaluasi perkembangan pra-menulis anak atau mencurigai tanda disgrafia, Anda dapat berkonsultasi di:
✅ dKLC — dr. Kristiantini Learning Center.
Sejatinya, pendampingan dini dapat membuat proses belajar jauh lebih mudah dan menyenangkan untuk orang tua maupun anak.
________
Simak konten lain terkait kesulitan spesifik pada anak di laman TikTok dr. Kristiantini Dewi.
Tidak hanya membahas hal yang berhubungan dengan kesulitan belajar, ada juga tips dan informasi menarik lainnya untuk orang tua dan pendamping anak dengan kebutuhan khusus.




