Terapi Sensori Integrasi dan ADHD: Memahami Peran yang Sebenarnya

Terapi Sensori bagi anak ADHD. Perlukah?

Pertanyaan ini cukup sering muncul di kalangan orang tua: “Kalau anak saya ADHD, apakah perlu ikut terapi sensori integrasi?” Sebelum buru-buru mencari terapi ini-itu, ada baiknya kita pahami dulu bagaimana ADHD biasanya ditangani.

ADHD dan Penatalaksanaan Multi-Model

ADHD bukan kondisi yang bisa ditangani dengan satu cara saja. Para ahli menyebutnya membutuhkan multi-model treatment.
Artinya, yang dikelola bukan hanya anaknya, tapi juga orang tua dan bahkan lingkungan tempat anak tumbuh. Mengapa begitu? Karena ADHD memengaruhi cara anak fokus, berperilaku, dan berinteraksi dengan sekitarnya. Jadi, perlu ada keterlibatan dari berbagai sisi agar anak bisa berkembang dengan optimal.

Treatment of Choice untuk ADHD

Dalam dunia medis dan psikologi, ada yang disebut treatment of choice, yaitu penanganan yang paling direkomendasikan berdasarkan bukti ilmiah. Untuk ADHD, pilihan utama biasanya adalah:

  1. Behaviour therapy (terapi perilaku) – membantu anak belajar mengatur diri, memahami konsekuensi, dan mengembangkan strategi menghadapi situasi sehari-hari.
  2. Farmakoterapi (obat) – digunakan pada beberapa kasus, tentunya dengan pengawasan dokter, untuk membantu mengurangi gejala ADHD.
    Dua pendekatan ini umumnya menjadi kombinasi andalan dalam penanganan ADHD.

Lalu, Bagaimana dengan Terapi Sensori Integrasi?

Nah, di sinilah sering terjadi salah kaprah. Terapi sensori integrasi sebenarnya lebih ditujukan untuk anak-anak dengan masalah pemrosesan sensori (misalnya pada beberapa kasus autisme, gangguan sensori, atau keterlambatan perkembangan tertentu). Untuk ADHD, terapi sensori integrasi bukanlah terapi utama. Bisa saja diberikan jika memang ada masalah sensori yang menyertai, tapi bukan treatment of choice untuk ADHD itu sendiri.

Jadi, Apa yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua?

Kalau anak di diagnosis ADHD, sebaiknya orang tua fokus pada terapi yang sudah terbukti efektif: terapi perilaku dan farmakoterapi bila dibutuhkan. Di sisi lain, tetap penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung, konsisten, dan penuh pemahaman di rumah maupun sekolah.

Ingat, setiap anak itu unik. Konsultasi dengan tenaga profesional (dokter anak, psikiater, atau psikolog) tetap menjadi langkah terbaik untuk menentukan terapi yang sesuai.

Terapi sensori integrasi tidak selalu dibutuhkan untuk anak ADHD, kecuali ada indikasi khusus. Hal yang utama adalah multi-model treatment dengan behaviour therapy dan farmakoterapi.

Ayah, ibu dan pendamping, jika ingin berdiskusi lebih lanjut mengenai terapi terbaik untuk anak, klik di sini dan jangan sungkan hubungi kami!

Bagikan postingan ini
WhatsApp
Facebook
Telegram
Email

Artikel lainnya

Scroll to Top