Banyak orang tua mulai menyadari sesuatu saat mendampingi tumbuh kembang anaknya. Misalnya, saat anak menunjukkan tanda-tanda ADHD seperti mudah terdistraksi, impulsif, atau sangat aktif, sebagian orang tua jadi bertanya-tanya,
“Apa mungkin, ini nurun dari saya?”
Jawabannya: Ya, Bisa.
ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan saraf yang bersifat genetik. Artinya, jika salah satu — atau bahkan kedua — orang tua memiliki ADHD, maka peluang anak mewarisinya juga ikut meningkat.
Namun, ini bukan untuk ditakuti atau disesali. Justru ini adalah pintu awal untuk memahami diri dan keluarga secara lebih utuh.
Bukan Salah Siapa-Siapa
ADHD bukan akibat pola asuh yang buruk, bukan juga kesalahan orang tua. Ini adalah kondisi neurobiologis yang terjadi sejak lahir dan memengaruhi cara otak memproses perhatian, impuls, dan emosi.
Maka, jika orang tua menyadari bahwa dirinya juga memiliki ciri-ciri ADHD, itu bukan alasan untuk merasa bersalah. Justru bisa jadi bekal empati dan pengertian yang lebih dalam terhadap anak.
Kabar Baiknya: Bisa Dikelola
ADHD bukan akhir dari segalanya. Baik pada anak maupun orang tua, ADHD bisa dikenali dan dikelola dengan pendekatan yang tepat — melalui pemahaman, terapi perilaku, penyesuaian lingkungan, dan jika diperlukan, pengobatan.
Saat anak dan orang tua sama-sama memahami dirinya, proses tumbuh kembang di rumah menjadi lebih sadar, penuh empati, dan saling dukung. Anak merasa dimengerti. Orang tua pun lebih sabar dan terkoneksi.
Sudahkah Kita Berkaca Juga?
Seringkali, yang kita kira hanya “pelupa”, “susah fokus”, atau “nggak sabaran”, ternyata punya akar yang lebih dalam. Maka, selain membawa anak berkonsultasi, tidak ada salahnya juga bagi orang tua untuk merefleksikan diri. Bisa jadi, jawaban yang kita cari untuk anak… ternyata juga membuka pemahaman tentang diri sendiri.
Ingin tahu lebih banyak tentang ADHD dan cara mendampingi anak (dan diri sendiri) dengan tepat?
Kunjungi online course kami di drkristiantini.com untuk panduan praktis dan empatik bagi orang tua yang ingin belajar lebih dalam.




