Anak ADHD dan Fenomena Hyperfocus

ADHD dan Fenomena Hyperfocus

Seorang ibu pernah bercerita dengan nada heran: “Dok, katanya anak saya ADHD dan susah fokus. Tapi kalau sudah main game atau menggambar, dipanggil makan pun tidak dengar, sampai berjam-jam. Kok bisa?” Ini pertanyaan yang sangat sering saya terima, dan justru menyingkap satu sisi ADHD yang jarang dibahas. Anak dengan ADHD bukan tidak bisa fokus, melainkan kesulitan mengatur ke mana fokus itu diarahkan. Dan salah satu bentuknya adalah hyperfocus.

Hyperfocus adalah kondisi ketika seseorang, khususnya anak dengan ADHD, tenggelam sangat dalam pada satu aktivitas yang sangat ia minati, sampai kehilangan kesadaran akan waktu dan lingkungan sekitarnya. Berbeda dengan asumsi umum bahwa ADHD berarti selalu tidak fokus, hyperfocus justru menunjukkan bahwa otak ADHD bisa berkonsentrasi luar biasa intens, tetapi biasanya hanya pada hal yang benar-benar menarik atau memberi stimulasi baginya.

Memahami hyperfocus penting karena ia adalah pedang bermata dua: bisa menjadi kekuatan besar, tetapi bisa juga menimbulkan masalah bila tidak dikelola.

Mengapa Hyperfocus Bisa Terjadi pada ADHD

Otak ADHD berkaitan dengan cara kerja dopamin, zat kimia otak yang berhubungan dengan motivasi dan penghargaan. Aktivitas yang sangat menarik memicu lonjakan dopamin, dan otak “mengunci” perhatian pada aktivitas itu. Inilah kenapa anak bisa sangat tekun pada hal yang ia sukai, namun sulit memulai hal yang terasa membosankan seperti PR.

Sisi Positif Hyperfocus

  • Produktivitas tinggi pada bidang minat, anak bisa menghasilkan karya yang mengagumkan.
  • Kedalaman keahlian, anak bisa menjadi sangat mahir pada topik yang ia dalami.
  • Kreativitas, kondisi tenggelam ini sering melahirkan ide dan karya orisinal.

Sisi yang Perlu Diwaspadai

  • Lupa waktu, lupa makan, lupa istirahat, bahkan menunda ke kamar mandi.
  • Sulit dialihkan atau dihentikan, kadang memicu tantrum saat diminta berhenti.
  • Mengabaikan tanggung jawab lain seperti tugas atau interaksi keluarga.
  • Sulit “berpindah” ke aktivitas berikutnya (kesulitan transisi).

Catatan dari praktik saya: saya selalu mengajak orang tua melihat hyperfocus bukan sebagai musuh, tetapi sebagai energi yang perlu diarahkan. Anak yang bisa hyperfocus pada game punya kapasitas fokus yang nyata, tugas kita adalah membantunya “meminjam” kapasitas itu untuk hal-hal yang juga penting. Menghukum hyperfocus jarang berhasil; mengarahkannya jauh lebih efektif.

Cara Mengelola Hyperfocus pada Anak

  • Gunakan pengingat waktu. Timer atau alarm membantu anak sadar kapan harus berhenti, karena ia tidak merasakan waktu berlalu.
  • Beri transisi yang lembut. Beri peringatan “5 menit lagi” sebelum meminta berhenti, jangan menghentikan mendadak.
  • Manfaatkan untuk hal positif. Kaitkan minat anak dengan pembelajaran, misalnya anak yang suka game diajak membuat cerita atau menghitung skor.
  • Jaga kebutuhan dasar. Pastikan anak tetap makan, minum, dan istirahat meski sedang tenggelam dalam aktivitas.

Pertanyaan Seputar Hyperfocus

1. Apa itu hyperfocus?

Hyperfocus adalah kondisi tenggelam sangat dalam pada satu aktivitas yang diminati, sampai lupa waktu dan lingkungan sekitar. Sering dialami anak dengan ADHD.

2. Kenapa anak ADHD bisa hyperfocus padahal katanya susah fokus?

Karena ADHD bukan soal tidak bisa fokus, melainkan sulit mengatur fokus. Pada aktivitas yang sangat menarik, otak ADHD justru bisa berkonsentrasi luar biasa intens.

3. Apakah hyperfocus itu baik atau buruk?

Keduanya. Hyperfocus bisa menjadi kekuatan untuk produktivitas dan kreativitas, tetapi bisa bermasalah bila membuat anak lupa kebutuhan dasar dan tanggung jawab lain.

4. Apa penyebab hyperfocus pada ADHD?

Berkaitan dengan cara kerja dopamin di otak. Aktivitas menarik memicu lonjakan dopamin sehingga otak “mengunci” perhatian pada aktivitas tersebut.

5. Apakah hanya anak ADHD yang mengalami hyperfocus?

Tidak. Hyperfocus juga bisa dialami orang tanpa ADHD, tetapi cenderung lebih menonjol dan sering pada individu dengan ADHD.

6. Bagaimana cara menghentikan anak dari hyperfocus tanpa tantrum?

Beri transisi lembut dengan peringatan beberapa menit sebelumnya dan gunakan timer, alih-alih menghentikan mendadak yang sering memicu tantrum.

7. Apakah hyperfocus bisa dimanfaatkan untuk belajar?

Bisa. Dengan mengaitkan minat anak pada materi pelajaran, kapasitas fokus yang tinggi itu dapat diarahkan untuk pembelajaran yang produktif.

8. Apakah hyperfocus berbahaya bagi kesehatan anak?

Bisa berisiko bila anak sampai mengabaikan makan, minum, dan istirahat. Karena itu orang tua perlu memantau kebutuhan dasar anak selama hyperfocus.

9. Apakah hyperfocus tanda ADHD yang parah?

Tidak selalu. Hyperfocus adalah salah satu ciri cara kerja otak ADHD, bukan ukuran tingkat keparahan. Perlu asesmen menyeluruh untuk menilai kondisi anak.

10. Kapan sebaiknya berkonsultasi dengan profesional?

Bila pola fokus anak, baik terlalu tenggelam maupun sangat sulit fokus, mengganggu keseharian, prestasi, atau relasi, sebaiknya lakukan asesmen dengan profesional.

Baca juga: ADHD genetik: apakah ADHD diturunkan ke anak.

Konsultasi Bersama dr. Kristiantini

Hyperfocus adalah bukti bahwa anak Anda memiliki kapasitas fokus yang nyata, ia hanya perlu bantuan untuk mengarahkannya. Bila Anda ingin memahami pola perhatian anak lebih dalam, silakan berkonsultasi langsung via WhatsApp, pelajari lebih lanjut lewat e-course untuk orang tua, atau mulai dengan skrining dini bila ada dugaan kesulitan belajar yang menyertai.

Ditulis oleh dr. Kristiantini Dewi, Sp.A — Dokter Spesialis Anak dan Ketua Asosiasi Disleksia Indonesia.

Bagikan postingan ini
WhatsApp
Facebook
Telegram
Email

Artikel lainnya

Scroll to Top