Bandung, Oktober 2026 — Sebanyak 19 anak mengikuti kegiatan skrining disleksia yang diselenggarakan melalui kolaborasi dKLC, ADI (Asosiasi Disleksia Indonesia), dan Sekolah Sang Cakap. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Dyslexia Awareness Month sekaligus bentuk bakti masyarakat untuk mendorong pemahaman dan kesadaran mengenai pentingnya deteksi dini kesulitan belajar pada anak.


Kegiatan skrining disleksia berlangsung dengan lancar dan didampingi oleh 6 pengampu dari dKLC dan ADI. Proses skrining dirancang dalam suasana yang nyaman bagi anak, sehingga mereka dapat mengikuti rangkaian kegiatan secara lebih natural. Kolaborasi ini juga menjadi wujud komitmen bersama untuk membangun lingkungan pendidikan yang semakin peka terhadap tumbuh kembang dan kebutuhan belajar setiap anak.
Melalui edukasi dan deteksi dini, orang tua maupun pendidik diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dalam memberikan dukungan yang sesuai bagi anak. Kegiatan skrining ini menjadi pembuka dari rangkaian Dyslexia Awareness Month yang akan dihadirkan oleh dKLC bersama ADI sepanjang bulan Oktober.
Berbagai kegiatan edukatif dan aktivitas menarik lainnya akan turut hadir untuk mengajak lebih banyak pihak mengenal disleksia dan memahami pentingnya dukungan yang tepat bagi setiap anak.
Nantikan informasi dan kegiatan lebih lanjut di bulan Oktober ini dengan mengikuti instagram kami.





