Perkembangan teknologi menghadirkan berbagai solusi baru dalam dunia pendidikan, termasuk bagi anak dengan disleksia. Salah satu inovasi yang mulai banyak digunakan adalah aplikasi LEXIPAL, sebuah aplikasi pembelajaran yang dirancang khusus untuk membantu anak disleksia memahami proses membaca dengan cara yang lebih ramah dan terstruktur. Aplikasi ini hadir sebagai alat bantu, bukan pengganti pendampingan. Dengan pendekatan yang tepat, LEXIPAL dapat menjadi bagian dari proses belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna.
Disleksia dan Tantangan dalam Proses Membaca
Anak dengan disleksia sering mengalami kesulitan dalam mengenali huruf, menghubungkan bunyi dengan simbol, serta memproses kata secara otomatis. Tantangan ini kerap membuat anak merasa tertekan ketika harus belajar membaca dengan metode konvensional. Di sinilah pendekatan berbasis fonik dan multisensoris menjadi penting. LEXIPAL dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan cara yang lebih adaptif terhadap cara kerja otak anak disleksia.
Pendekatan LEXIPAL yang Berbasis Fonik
LEXIPAL menggunakan pendekatan fonik dengan menekankan hubungan antara huruf dan bunyi. Anak diajak mengenali suara terlebih dahulu sebelum memahami kata secara utuh. Pendekatan ini membantu anak membangun fondasi membaca secara bertahap.
Aplikasi digital ini dirancang untuk membantu anak-anak dengan disleksia belajar membaca, khususnya pada rentang usia 5 hingga 7 tahun. Namun, kabar baiknya, LEXIPAL juga dapat digunakan oleh anak-anak di luar rentang usia tersebut, selama kebutuhan belajarnya masih berada pada level pra sekolah hingga awal SD. Dengan demikian, aplikasi ini tetap relevan bagi anak yang membutuhkan penguatan dasar membaca. Selain itu, stimulasi visual dan audio digunakan secara bersamaan. Dengan demikian, anak tidak hanya membaca, tetapi juga mendengar dan merasakan proses belajar secara lebih menyeluruh.
LEXIPAL terdiri dari 12 fitur pembelajaran yang saling terintegrasi. Setiap fitur dirancang untuk melatih kemampuan fonologis, pengenalan huruf, dan penggabungan bunyi secara bertahap, sehingga anak dapat belajar sesuai dengan ritme dan kebutuhannya.
Pembelajaran yang Lebih Fleksibel dan Menyenangkan
Melalui LEXIPAL, proses belajar dapat dilakukan secara fleksibel, baik di rumah maupun saat sesi pendampingan. Materi disajikan dalam bentuk permainan interaktif, sehingga anak tidak merasa sedang diuji atau ditekan.
Orang tua dan pendamping dapat menggunakan aplikasi ini sebagai sarana latihan tambahan. Dengan penggunaan yang konsisten dan terarah, anak dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam belajar membaca.
Peran Orang Tua dalam Penggunaan Aplikasi
Meskipun LEXIPAL menawarkan kemudahan, peran orang tua tetap menjadi kunci. Anak perlu didampingi agar penggunaan aplikasi tetap sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Pendampingan yang hangat dan penuh empati akan membantu anak merasa aman saat belajar. Dengan cara ini, aplikasi tidak hanya menjadi alat belajar, tetapi juga sarana membangun relasi positif antara anak dan pendamping.
Mengoptimalkan Pembelajaran Anak Disleksia
Aplikasi LEXIPAL dapat menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang lebih komprehensif bagi anak disleksia. Ketika digunakan bersama pendekatan yang tepat dan dukungan profesional, hasil pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal. Pemanfaatan teknologi secara bijak membantu anak menemukan cara belajar yang paling sesuai dengan dirinya. Dengan dukungan yang tepat, proses belajar membaca tidak lagi menjadi sumber kecemasan, melainkan ruang bertumbuh yang penuh harapan.
Pendamping, mari pantau terus media sosial dan website Dokter Kristiantini Dewi untuk mendapatkan informasi, tips pendampingan, dan edukasi terbaru seputar tumbuh kembang serta pembelajaran anak.





