Dalam proses tumbuh kembang anak, orang tua sering bertanya-tanya, “Mengapa anak terlihat lancar berbicara, tetapi kesulitan saat belajar membaca?” Pertanyaan ini sangat wajar muncul, terutama ketika anak sudah mampu berceloteh aktif, namun belum menunjukkan minat atau kemajuan signifikan dalam membaca. Untuk dapat memahaminya, penting bagi orang tua mengetahui bahwa membaca dan berbicara merupakan dua keterampilan yang berbeda, baik dari cara kerja otak maupun dari proses perkembangannya.
Berbicara: Kemampuan Alami Sejak Lahir
Keterampilan berbicara dikenal sebagai innate ability, yaitu kemampuan yang secara alami dibawa sejak lahir. Sejak bayi baru lahir, manusia sudah memiliki dorongan biologis untuk berkomunikasi melalui suara.
Perkembangan ini terjadi secara bertahap dan alami. Bayi mulai mengeluarkan suara refleks, kemudian berkembang menjadi cooing, dilanjutkan dengan babbling, hingga akhirnya membentuk kata-kata bermakna. Proses ini berlangsung tanpa perlu pengajaran formal. Lingkungan yang kaya bahasa dan interaksi hangat sudah cukup untuk menstimulasi kemampuan berbicara anak. Dengan kata lain, selama tidak ada gangguan tertentu, anak akan belajar berbicara secara natural seiring bertambahnya usia.
Membaca: Keterampilan yang Dipelajari
Berbeda dengan berbicara, membaca bukanlah kemampuan bawaan. Membaca merupakan keterampilan kompleks yang harus dipelajari secara sadar dan terstruktur. Anak tidak akan tiba-tiba bisa membaca hanya dengan mendengar atau melihat tulisan.
Kemampuan membaca menuntut anak untuk menghubungkan simbol visual (huruf) dengan bunyi, kemudian menggabungkannya menjadi kata yang bermakna. Proses ini melibatkan berbagai fungsi otak sekaligus, mulai dari pemrosesan visual, fonologis, hingga memori dan perhatian.
Proses Membaca Membutuhkan Latihan Bertahap
Karena sifatnya yang kompleks, membaca membutuhkan latihan yang bertahap dan konsisten. Anak perlu melalui beberapa tahapan, seperti mengenal huruf, memahami bunyi, menggabungkan suku kata, hingga akhirnya membaca dengan lancar. Proses ini tidak bisa dipercepat secara instan. Setiap anak memiliki ritme belajar yang berbeda. Ketika anak tampak kesulitan membaca, hal tersebut tidak selalu berarti anak kurang cerdas, melainkan masih berada dalam proses belajar yang wajar.
Mengapa Membaca Lebih Sulit Dibanding Berbicara?
Secara umum, membaca memang lebih sulit dibandingkan berbicara karena membaca bukan proses alami. Kemampuan ini harus dilatih, diulang, dan dipraktikkan secara terus-menerus. Anak juga perlu kesiapan kognitif dan emosional agar proses belajar membaca berjalan optimal. Dengan memahami perbedaan ini, orang tua diharapkan dapat menyesuaikan ekspektasi dan memberikan pendampingan yang lebih tepat.
Mendampingi Anak dengan Pemahaman yang Tepat
Pemahaman bahwa membaca dan berbicara adalah dua keterampilan yang berbeda akan membantu orang tua bersikap lebih empatik. Alih-alih membandingkan anak dengan standar tertentu, orang tua dapat fokus pada proses dan kebutuhan anak.
Pendampingan yang sabar, konsisten, dan penuh dukungan akan menjadi fondasi penting bagi perkembangan kemampuan membaca anak di masa depan.





